Catatan Sederhana
Sabtu, 20 September 2014
Finally bisa menulis lagi di Blog ini
yeaaaaayyyy....aku bisa masuk lagi di blog ini setelah sekian lama aku bingung gak tahu caranya gimana. Tebakan aku karena aku punya acount google dan setiap kali masuk di home Blogger selalu langsung diarahkan menggunakan acount google dan aku bingung harus gimana, Masyallah....Ternyata saudara2 hanya tinggal tetap memasukkan acount email yang kita pakai saat bikin blog dan taraaaaaa bisa posting lagi. Alhamdulillah
Senin, 27 Februari 2012
Ya Allah, Aku jatuh Cinta *mungkin*
Sore ini aku hanya bisa menangis ketika aku tidak tahu lagi apa yang harus aku lakukan. Ternyata hati ini terlalu kecil untuk menampung besarnya perasaan ini. Semakin berusaha mengabaikan semakin membuatnya tumbuh tak terkendalikan.
Rabu, 12 Oktober 2011
Tentang Sesuatu dan Seseorang #stop judge#
Dari mana ya memulai catatan kali ini...*tarik napas*
Catatan kali ini adalah curahan hati tentang sesuatu dan seseorang yang membuat aku berpikir dan introspeksi diri. Pernah gak sih kita ketemu dengan orang di lingkungan kita yang sangat bersemangat untuk membicarakan keburukan atau sisi negatif orang lain seolah-olah dia bisa melakukan sesuatu yang lebih baik pada saat berada di posisi yang sama dengan orang yang dia bicarakan.
Emang aku gak suka ngomongin orang? boong kalau aku bilang gak suka, amat sangat nikmat kan membicarakan orang? hayoooo jangan mungkir deh tapinya yaaaa....sesuai porsi aja *setan mencari jalan melakukan pembenaran, ampun deh*
Apa yang kita lakukan ketika mendengar curhatan teman tentang orang lain? "...Gw mau curhaaaattt, gw kesel sama si A...masa tadi...bla...bla...bla..." atau di lain waktu datang temen kita "...tolong dong, menurut pendapat kamu ketika aku ada masalah sama si A seperti ini bla...bla...bla...gimana yah?" Kira-kira sama nggak dengan "...Tahu gak sih....si A kemarin kan bla...bla...bla..." atau "...Gw pikir dia bakal melakukan...bla...bla...bla...ternyata cuma berani ngomong doang..."sekilas sama2 ngomongin orang ya? ya emang ngomongin orang :p. Tapiiiii, yang aku rasakan perbedaan antara 2 type tersebut adalah : Curhatan pertama bisa menjadi sangat manusiawi pada saat kita memang membutuhkan temen untuk hanya mendengarkan curhat kita or kita memang perlu mendiskusikan seseorang dan sesuatu yang meresahkan kita untuk mendapat sebuah solusi. Sedangkan yang kedua adalah bentuk keisengan kita atau kekurangkerjaan kita atau mendapatkan kenikmatan membicarakan kekurangan orang. Jangan salah ya, membicarakan kejelekan orang secara terus menerus adalah penyakit sama seperti narsis, bedanya narsis bikin mutah orang yg gak suka ma kita, gosip bikin orang sakit ati ma kita kalo sampai bocor ke yang bersangkutan...huehehehee...untuk porsi yang normal, aku masih lebih memilih narsis yang sehat *emang ada yaaa? gak tahu :p*
Berdasarkan pengalaman pribadi, membicarakan kejelekan orang secara terus menerus biasanya dilakukan apabila aku merasa sudah tidak ada jalan untuk memperbaiki hubungan kita dengan seseorang karena sesuatu. Yang harus digarisbawahi adalah terus menerusnya yaaaaaa, bahkan saking blundednya sampai2 kita tuh udah gak inget sesuatu yang menjadi sebab itu apa? pokoknya mah udah sentimen ajaaaa...aduh gila deh amit2...Pernah gak ada yang ngerasain seperti itu???? Kalau ada silahkan coment yaaaaa :) Untuk kasus yang satu ini (spesifik dengan seseorang) aku pernah aku membicarkan dengan teman kenapa ya kita akan terpancing untuk membicarakan seseorang yang kita tuh gak suka, kata temen aku karena seseorang itu ternyata penting buat kita meskipun kita sentimen sama dia. Aku sempat mencerna seberapa penting ya sampai-sampai memunculkan rasa penasaran aku tentang bagaimana pendapat orang tentang orang itu, apakah sama seperti yang aku rasakan? huehehehheee...dan pikiran itu terhenti di hari itu.
Kemudian dengan berjalannnya hari, ada tulisan *lupa dimana* yang menerangkan bahwa otak kita mempunyai reaksi berbeda atas apa yang kita pikirkan. Pada saat kita bisa merespon positif atas kejadian negatif yang menimpa kita, otak akan mengeluarkan hormon endorfin (belum cek kebenaran pelafalan kata ini) yang amat sangat berguna bagi tubuh kita dengan memberikan rasa tenang sehingga terhindar dari penyakit stress. Namun begitu juga sebaliknya, pada saat kita merespon negatif atas sesuatu yang kita lihat or alami maka otak kita akan mengeluarkan racun yang dapat menimbulkan efek negatif ke tubuh (bisa penyakit fisik bisa psikis)
Kemudian dengan berjalannya hari juga, ada perbedaan yang aku rasakan ketika bisa menjauh dari suara or pendapat negatif, rasanya mah tenaaaang, gak pusing dengan negatif thinking, dan lebih memacu otak kita untuk berpikir positif. Masih teringat juga kata-kata Ippho Santosa (Pakar otak kanan) "Jangan biasakan mencela keburukan orang tapi perbanyak pertanyaan terhadap diri sendiri apa yang sudah kita lakukan yang dapat mendatangkan manfaat untuk orang lain. Karena kebiasaan mencela hanya akan membuat kita jalan di tempat"
Soooo at the last aku juga belajar untuk tidak mencela seseorang tersebut *meskipun kadang2 terpeleset hehehehehee* berusaha tidak terpancing dan kalau memang harus menjauh yah tarik ulur aja, sesuatu yang berlebihan itu tidak baik bukan? :p
Catatan ini bukan untuk menggurui tapi murni apa yang aku rasakan dan mudah-mudahan menjadi media terapi buat aku pribadi dan bermanfaat untuk teman2 juga...
Catatan kali ini adalah curahan hati tentang sesuatu dan seseorang yang membuat aku berpikir dan introspeksi diri. Pernah gak sih kita ketemu dengan orang di lingkungan kita yang sangat bersemangat untuk membicarakan keburukan atau sisi negatif orang lain seolah-olah dia bisa melakukan sesuatu yang lebih baik pada saat berada di posisi yang sama dengan orang yang dia bicarakan.
Emang aku gak suka ngomongin orang? boong kalau aku bilang gak suka, amat sangat nikmat kan membicarakan orang? hayoooo jangan mungkir deh tapinya yaaaa....sesuai porsi aja *setan mencari jalan melakukan pembenaran, ampun deh*
Apa yang kita lakukan ketika mendengar curhatan teman tentang orang lain? "...Gw mau curhaaaattt, gw kesel sama si A...masa tadi...bla...bla...bla..." atau di lain waktu datang temen kita "...tolong dong, menurut pendapat kamu ketika aku ada masalah sama si A seperti ini bla...bla...bla...gimana yah?" Kira-kira sama nggak dengan "...Tahu gak sih....si A kemarin kan bla...bla...bla..." atau "...Gw pikir dia bakal melakukan...bla...bla...bla...ternyata cuma berani ngomong doang..."sekilas sama2 ngomongin orang ya? ya emang ngomongin orang :p. Tapiiiii, yang aku rasakan perbedaan antara 2 type tersebut adalah : Curhatan pertama bisa menjadi sangat manusiawi pada saat kita memang membutuhkan temen untuk hanya mendengarkan curhat kita or kita memang perlu mendiskusikan seseorang dan sesuatu yang meresahkan kita untuk mendapat sebuah solusi. Sedangkan yang kedua adalah bentuk keisengan kita atau kekurangkerjaan kita atau mendapatkan kenikmatan membicarakan kekurangan orang. Jangan salah ya, membicarakan kejelekan orang secara terus menerus adalah penyakit sama seperti narsis, bedanya narsis bikin mutah orang yg gak suka ma kita, gosip bikin orang sakit ati ma kita kalo sampai bocor ke yang bersangkutan...huehehehee...untuk porsi yang normal, aku masih lebih memilih narsis yang sehat *emang ada yaaa? gak tahu :p*
Berdasarkan pengalaman pribadi, membicarakan kejelekan orang secara terus menerus biasanya dilakukan apabila aku merasa sudah tidak ada jalan untuk memperbaiki hubungan kita dengan seseorang karena sesuatu. Yang harus digarisbawahi adalah terus menerusnya yaaaaaa, bahkan saking blundednya sampai2 kita tuh udah gak inget sesuatu yang menjadi sebab itu apa? pokoknya mah udah sentimen ajaaaa...aduh gila deh amit2...Pernah gak ada yang ngerasain seperti itu???? Kalau ada silahkan coment yaaaaa :) Untuk kasus yang satu ini (spesifik dengan seseorang) aku pernah aku membicarkan dengan teman kenapa ya kita akan terpancing untuk membicarakan seseorang yang kita tuh gak suka, kata temen aku karena seseorang itu ternyata penting buat kita meskipun kita sentimen sama dia. Aku sempat mencerna seberapa penting ya sampai-sampai memunculkan rasa penasaran aku tentang bagaimana pendapat orang tentang orang itu, apakah sama seperti yang aku rasakan? huehehehheee...dan pikiran itu terhenti di hari itu.
Kemudian dengan berjalannnya hari, ada tulisan *lupa dimana* yang menerangkan bahwa otak kita mempunyai reaksi berbeda atas apa yang kita pikirkan. Pada saat kita bisa merespon positif atas kejadian negatif yang menimpa kita, otak akan mengeluarkan hormon endorfin (belum cek kebenaran pelafalan kata ini) yang amat sangat berguna bagi tubuh kita dengan memberikan rasa tenang sehingga terhindar dari penyakit stress. Namun begitu juga sebaliknya, pada saat kita merespon negatif atas sesuatu yang kita lihat or alami maka otak kita akan mengeluarkan racun yang dapat menimbulkan efek negatif ke tubuh (bisa penyakit fisik bisa psikis)
Kemudian dengan berjalannya hari juga, ada perbedaan yang aku rasakan ketika bisa menjauh dari suara or pendapat negatif, rasanya mah tenaaaang, gak pusing dengan negatif thinking, dan lebih memacu otak kita untuk berpikir positif. Masih teringat juga kata-kata Ippho Santosa (Pakar otak kanan) "Jangan biasakan mencela keburukan orang tapi perbanyak pertanyaan terhadap diri sendiri apa yang sudah kita lakukan yang dapat mendatangkan manfaat untuk orang lain. Karena kebiasaan mencela hanya akan membuat kita jalan di tempat"
Soooo at the last aku juga belajar untuk tidak mencela seseorang tersebut *meskipun kadang2 terpeleset hehehehehee* berusaha tidak terpancing dan kalau memang harus menjauh yah tarik ulur aja, sesuatu yang berlebihan itu tidak baik bukan? :p
Catatan ini bukan untuk menggurui tapi murni apa yang aku rasakan dan mudah-mudahan menjadi media terapi buat aku pribadi dan bermanfaat untuk teman2 juga...
Jumat, 16 September 2011
Aku Tidak Bisa Menulis
"Aku tidak bisa menulis", kata-kata itu langsung muncul di kepala ketika akan memulai membuat catatan pertama di Blog yang pertama ini hehehheheee...
Dengan ditemani lagunya Bruno Mars, mencoba mengingat-ingat kembali kapan pertama kali membuat tulisan tentang apa yang ditangkap oleh mata, dirasa oleh hati dan dipikirkan oleh otak, ternyata oh ternyata the first time itu adalah pada saat duduk di bangku SMP. Siapa sih yang gak pernah punya rahasia or mimpi? setiap orang pasti punya kan? Dan ketika tidak ada siapapun yang bisa memahami itu, rasanya dong, gak enak buanget. Dengan menuliskan apa yang kita rasakan ternyata itu menjadi sebuah terapi yang positif, setidaknya itu yang aku rasakan selama ini. Setelah beberapa tahun berlalu dan tanpa sengaja kita menemukan kembali catatan kita, ternyata Allah dengan segala kebesarannya mempunyai rahasia dan jawaban yang akan kita pahami pada akhirnya. Atau ketika kita belum mengetahui rahasia itu, kadang2 kita menjadi koreksi diri ketika membaca catatan itu lagi.
Sebaik-baik manusia adalah manusia yang membawa manfaat untuk orang lain dan mudah2an media ini dapat menjadi media terapi pribadi dan bermanfaat bagi siapapun yang membaca.
Dengan ditemani lagunya Bruno Mars, mencoba mengingat-ingat kembali kapan pertama kali membuat tulisan tentang apa yang ditangkap oleh mata, dirasa oleh hati dan dipikirkan oleh otak, ternyata oh ternyata the first time itu adalah pada saat duduk di bangku SMP. Siapa sih yang gak pernah punya rahasia or mimpi? setiap orang pasti punya kan? Dan ketika tidak ada siapapun yang bisa memahami itu, rasanya dong, gak enak buanget. Dengan menuliskan apa yang kita rasakan ternyata itu menjadi sebuah terapi yang positif, setidaknya itu yang aku rasakan selama ini. Setelah beberapa tahun berlalu dan tanpa sengaja kita menemukan kembali catatan kita, ternyata Allah dengan segala kebesarannya mempunyai rahasia dan jawaban yang akan kita pahami pada akhirnya. Atau ketika kita belum mengetahui rahasia itu, kadang2 kita menjadi koreksi diri ketika membaca catatan itu lagi.
Sebaik-baik manusia adalah manusia yang membawa manfaat untuk orang lain dan mudah2an media ini dapat menjadi media terapi pribadi dan bermanfaat bagi siapapun yang membaca.
Langganan:
Postingan (Atom)
